Pengertian Kromosom dan Strukturnya

Genetika & Biologi Sel ⏱️ 8 menit membaca Oleh Ahli Genetika

Kromosom: Struktur, Fungsi, dan Peran dalam Pewarisan Sifat

Kromosom adalah struktur kompleks berbentuk batang yang terdapat dalam inti sel setiap makhluk hidup. Struktur ini berfungsi sebagai pembawa materi genetik (DNA) yang mengatur seluruh karakteristik dan fungsi organisme. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi dunia kromosom mulai dari struktur mikroskopis hingga peran makronya dalam pewarisan sifat dan evolusi kehidupan.

1. Pengertian dan Dasar Kromosom

Apa Itu Kromosom?

Kromosom (dari bahasa Yunani: chroma = warna, soma = tubuh) adalah struktur terorganisir dari DNA dan protein histon yang terdapat dalam inti sel eukariotik. Setiap kromosom mengandung gen-gen yang merupakan unit pewarisan sifat.

Pengertian Kromosom dan Strukturnya

📊 Hirarki Organisasi Genetik

1
DNA (Deoxyribonucleic Acid)

Molekul double helix yang menyimpan informasi genetik dalam bentuk kode basa nitrogen (A, T, G, C)

2
Nukleosom

DNA yang membungkus protein histon (8 subunit) membentuk struktur seperti manik-manik

3
Serat Kromatin (30 nm)

Rantai nukleosom yang terpilin membentuk serat yang lebih padat

4
Loop dan Domain

Serat kromatin membentuk loop yang melekat pada scaffold protein

5
Kromosom Metafase

Struktur paling padat yang dapat diamati dengan mikroskop cahaya

2. Struktur dan Bagian-Bagian Kromosom

Telomer
Lengan Pendek (p)
Sentromer
Lengan Panjang (q)
Telomer
Kromatid Sister
Kromatid Sister
Diagram struktur kromosom metafase manusia

🧩 Sentromer (Kinetokor)

Fungsi: Titik pelekatan serat spindel selama pembelahan sel

Karakteristik: Mengandung DNA repetitif, daerah konstriksi primer

Klasifikasi berdasarkan posisi:

  • Metasentrik: Di tengah, lengan sama panjang
  • Submetasentrik: Agak ke salah satu ujung
  • Akrosentrik: Dekat ujung, satu lengan sangat pendek
  • Telosentrik: Di ujung (jarang pada manusia)

🦾 Lengan Kromosom (p dan q)

Setiap kromosom memiliki dua lengan yang dipisahkan oleh sentromer:

  • Lengan p (petit): Lengan pendek di atas sentromer
  • Lengan q: Lengan panjang di bawah sentromer

Setiap lengan memiliki pola pita (banding) spesifik saat diwarnai dengan teknik Giemsa atau lainnya, memungkinkan identifikasi kromosom.

🧬 Kromatid Sister

Setelah replikasi DNA pada fase S siklus sel, kromosom terdiri dari dua kromatid sister yang identik secara genetik. Kedua kromatid ini:

  • Terikat di sentromer
  • Memiliki urutan DNA yang sama
  • Akan berpisah saat anafase pembelahan sel
  • Mengandung kromonema (benang kromatin tunggal)

🛡️ Telomer

Struktur khusus di ujung kromosom yang berfungsi sebagai:

  • Pelindung: Mencegah degradasi atau fusi dengan kromosom lain
  • Pengatur: Panjang telomer berkorelasi dengan usia sel (menyusut setiap pembelahan)
  • Komposisi: Urutan TTAGGG berulang (pada manusia)
  • Enzim: Telomerase memperpanjang telomer pada sel germinal dan kanker

3. Fungsi Kromosom dalam Sel

📦

Penyimpanan & Organisasi DNA

Mengemas DNA panjang (±2 meter pada manusia) ke dalam inti sel berdiameter ±10 μm. Rasio pemadatan mencapai 10.000:1.

🔬

Ekspresi Gen Terkendali

Mengatur aksesibilitas gen untuk transkripsi melalui modifikasi kromatin (metilasi, asetilasi histon).

⚖️

Pembagian Genetik yang Adil

Memastikan setiap sel anak menerima salinan DNA yang lengkap dan identik selama pembelahan sel.

🔄

Rekombinasi Genetik

Memfasilitasi crossing over antara kromosom homolog selama meiosis, meningkatkan variasi genetik.

🧬

Regulasi Siklus Sel

Titik pemeriksaan (checkpoints) memastikan kromosom tereplikasi dengan benar sebelum pembelahan.

🛡️

Perlindungan Stabilitas Genom

Telomer mencegah kehilangan informasi genetik esensial selama replikasi DNA.

📈 Perilaku Kromosom dalam Siklus Sel

INTERFASE

G₁: Kromosom sebagai kromatin longgar

S: Replikasi DNA → duplikasi kromosom

G₂: Kromosom mulai memadat

MITOSIS

Profase: Kromosom mulai terlihat

Metafase: Kromosom sejajar di bidang ekuator

Anafase: Kromatid sister berpisah

Telofase: Kromosom mulai mengendur

SITOKINESIS

Pembagian sitoplasma

Kromosom kembali sebagai kromatin

Masing-masing sel anak memiliki set kromosom lengkap

4. Jenis dan Klasifikasi Kromosom

🧬 Berdasarkan Fungsi

Autosom (Kromosom Tubuh)

22 pasang pada manusia, menentukan sifat-sifat umum (warna mata, golongan darah, tinggi badan, dll). Tidak terkait langsung dengan penentuan jenis kelamin.

Gonosom (Kromosom Seks)

1 pasang pada manusia (XX pada perempuan, XY pada laki-laki). Mengandung gen pengatur perkembangan seksual dan beberapa sifat terkait seks (buta warna, hemofilia).

📍 Berdasarkan Posisi Sentromer

Metasentrik

Sentromer di tengah, lengan sama panjang
Contoh: Kromosom 1, 3, 16, 19, 20 manusia

Submetasentrik

Sentromer sedikit ke atas
Contoh: Kromosom 2, 4, 5, 6-12, 17, 18, X manusia

Akrosentrik

Sentromer dekat ujung, satelit mungkin ada
Contoh: Kromosom 13, 14, 15, 21, 22, Y manusia

5. Jumlah Kromosom pada Berbagai Organisme

Organisme
Nama Ilmiah
Jumlah Kromosom (2n)
Keterangan
Manusia
Homo sapiens
46 (23 pasang)
22 autosom + 1 gonosom
Simpanse
Pan troglodytes
48
Kerabat terdekat manusia
Lalat Buah
Drosophila melanogaster
8
Organisme model genetika
Anjing
Canis lupus familiaris
78
Mamalia dengan jumlah tinggi
Kucing
Felis catus
38
18 autosom + 1 gonosom
Tikus
Mus musculus
40
Organisme model biomedis
Gandum Roti
Triticum aestivum
42
Polipoidi alami (heksaploid)
Kentang
Solanum tuberosum
48
Tanaman pangan penting
Padi
Oryza sativa
24
Makanan pokok dunia
Bakteri E. coli
Escherichia coli
1 (sirkular)
Prokariot, disebut nukleoid

⚠️ Penting: Jumlah kromosom TIDAK berhubungan dengan kompleksitas organisme. Ophioglossum reticulatum (paku) memiliki 1.440 kromosom, lebih banyak dari manusia (46).

6. Kelainan dan Penyakit Kromosom

🔢 Kelainan Numerik (Aneuploidi)

Perubahan jumlah kromosom akibat non-disjunction selama meiosis:

Down Syndrome (Trisomi 21)

Kariotipe: 47, XX atau XY, +21
Prevalensi: 1:700 kelahiran
Ciri: Keterbelakangan mental, wajah khas, penyakit jantung kongenital

Edwards Syndrome (Trisomi 18)

Kariotipe: 47, XX atau XY, +18
Prevalensi: 1:5,000 kelahiran
Ciri: Malformasi multipel, harapan hidup pendek

Klinefelter Syndrome (XXY)

Kariotipe: 47, XXY
Prevalensi: 1:500 laki-laki
Ciri: Infertilitas, tinggi badan, perkembangan payudara

Turner Syndrome (Monosomi X)

Kariotipe: 45, X
Prevalensi: 1:2,500 perempuan
Ciri: Perawakan pendek, infertilitas, leher bersayap

🔄 Kelainan Struktural

Perubahan struktur kromosom akibat breakage dan reunion yang tidak normal:

Delesi

Hilangnya sebagian kromosom
Contoh: Cri du chat (del 5p)

Duplikasi

Penggandaan segmen kromosom
Contoh: Charcot-Marie-Tooth (dup 17p)

🔄
Inversi

Pembalikan orientasi segmen
Parasentrik: tidak melibatkan sentromer
Perisentrik: melibatkan sentromer

↔️
Translokasi

Pindahnya segmen ke kromosom lain
Robertsonian: sentromer menyatu
Resiprokal: pertukaran segmen

⏳ Linimasa Penemuan Kromosom

1842
Karl Wilhelm von Nägeli

Pertama kali mengamati struktur seperti benang dalam sel tumbuhan

1879
Walther Flemming

Menamai "chromatin" dan mendeskripsikan mitosis secara detail

1888
Heinrich Wilhelm Gottfried von Waldeyer-Hartz

Memperkenalkan istilah "kromosom" (chroma = warna, soma = tubuh)

1902
Walter Sutton & Theodor Boveri

Teori Kromosom Pewarisan Mendel: kromosom pembawa gen

1956
Joe Hin Tjio & Albert Levan

Menetapkan jumlah kromosom manusia = 46 (bukan 48 seperti diyakini sebelumnya)

❓ Pertanyaan Umum tentang Kromosom

Q: Apa beda kromatin dan kromosom?

A: Kromatin adalah bentuk DNA yang longgar selama interfase, sedangkan kromosom adalah bentuk DNA yang sangat terpadatkan selama pembelahan sel. Ini adalah dua keadaan berbeda dari materi genetik yang sama.

Q: Mengapa sel manusia memiliki 46 kromosom?

A: Jumlah ini hasil evolusi dan konsisten pada semua manusia normal. Setiap spesies memiliki jumlah kromosom spesifik yang dipertahankan melalui mekanisme pembelahan sel yang presisi.

Q: Bisakah jumlah kromosom berubah selama hidup?

A: Pada sel somatik normal, tidak. Namun, sel kanker sering menunjukkan aneuploidi (jumlah kromosom abnormal). Sel germinal juga dapat menghasilkan gamet dengan jumlah kromosom abnormal melalui non-disjunction.

Q: Apa itu kariotipe?

A: Kariotipe adalah gambaran lengkap set kromosom suatu individu, disusun berdasarkan ukuran, bentuk, dan pola pita. Analisis kariotipe digunakan untuk mendeteksi kelainan kromosom.

🎯 Kesimpulan

Kromosom bukan sekadar pembawa gen pasif, melainkan struktur dinamis yang mengatur aksesibilitas informasi genetik, memastikan pembagian yang adil selama pembelahan sel, dan mempertahankan integritas genom. Pemahaman tentang kromosom telah merevolusi bidang genetika, kedokteran, dan bioteknologi. Dari penemuan struktur DNA hingga teknik CRISPR-Cas9, pengetahuan tentang kromosom terus membuka pintu bagi terapi gen, diagnosis prenatal, dan pemahaman yang lebih dalam tentang penyakit genetik.

🔑 Wawasan Penting:

  • Kromosom mengemas 2 meter DNA manusia menjadi struktur mikroskopis
  • Struktur kromosom dinamis berubah sepanjang siklus sel
  • Kelainan kromosom menyebabkan berbagai sindrom genetik
  • Jumlah kromosom tidak mencerminkan kompleksitas organisme
  • Penelitian kromosom terus berkembang dengan teknologi sequencing

📖 Referensi Ilmiah

  • Alberts, B. et al. (2017). Molecular Biology of the Cell. 6th Edition.
  • Griffiths, A.J.F. et al. (2015). An Introduction to Genetic Analysis. 11th Edition.
  • Nussbaum, R.L. et al. (2016). Thompson & Thompson Genetics in Medicine. 8th Edition.
  • International Human Genome Sequencing Consortium. (2004). Finishing the euchromatic sequence of the human genome.
Lebih baru Lebih lama