Pendidikan yang berkualitas tidak lahir secara kebetulan. Di balik proses pembelajaran yang efektif, terdapat pendidik dan tenaga kependidikan (tendik) yang bekerja dengan perencanaan, dedikasi, dan evaluasi yang terarah. Oleh karena itu, pengelolaan kinerja pendidik dan tendik menjadi salah satu pilar penting dalam meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Melalui kebijakan terbaru tahun 2025, pengelolaan kinerja tidak lagi dipandang sekadar sebagai penilaian administratif, melainkan sebagai sistem pembinaan profesional yang mendorong peningkatan kualitas kerja dan layanan pendidikan.
Pengertian Pengelolaan Kinerja Pendidik dan Tendik
Pengelolaan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan adalah rangkaian proses terencana yang bertujuan memastikan setiap individu menjalankan tugasnya secara optimal, terukur, dan selaras dengan tujuan satuan pendidikan.
Proses ini mencakup perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, penilaian, hingga tindak lanjut hasil kinerja. Pendekatan ini menempatkan guru dan tendik sebagai subjek pengembangan, bukan sekadar objek penilaian.
Tujuan Pengelolaan Kinerja
Pengelolaan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:
- Meningkatkan profesionalisme pendidik dan tendik dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.
- Mendukung peningkatan mutu pembelajaran dan layanan pendidikan.
- Mewujudkan budaya kerja yang objektif, adil, dan transparan.
- Mendorong tercapainya kinerja unggul dan berkelanjutan.
Tahapan Pengelolaan Kinerja Pendidik dan Tendik
1. Pra-Perencanaan Kinerja
Pada tahap awal ini dilakukan pemutakhiran data individu dan organisasi, serta penyiapan mekanisme pengelolaan kinerja di satuan pendidikan.
2. Perencanaan Kinerja
Pendidik dan tendik menyusun Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang memuat target kinerja, indikator hasil kerja, perilaku kerja, serta ekspektasi pimpinan satuan pendidikan.
3. Pelaksanaan, Pemantauan, dan Pembinaan
Kinerja dilaksanakan sepanjang tahun dengan pemantauan berkala. Pada tahap ini, pembinaan dilakukan melalui umpan balik, pendampingan, dan penyesuaian target apabila diperlukan.
4. Penilaian Kinerja
Penilaian dilakukan berdasarkan hasil kerja dan perilaku kerja yang telah disepakati. Hasil penilaian menjadi gambaran objektif capaian kinerja individu.
5. Tindak Lanjut Hasil Penilaian
Hasil penilaian dimanfaatkan untuk pelaporan kinerja, pemberian apresiasi, penyusunan program pengembangan kompetensi, serta peningkatan mutu manajemen sekolah.
Pentingnya Pengelolaan Kinerja yang Efektif
Pengelolaan kinerja yang efektif berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan. Guru menjadi lebih fokus pada pembelajaran bermakna, sementara tenaga kependidikan mampu memberikan layanan yang profesional dan efisien.
Sistem ini juga memperkuat akuntabilitas serta meningkatkan motivasi kerja karena setiap individu dinilai secara adil dan transparan.
Arah Pengelolaan Kinerja Tahun 2025
Pengelolaan kinerja tahun 2025 diarahkan agar lebih sederhana, tidak membebani administrasi, berfokus pada hasil kerja nyata, serta mendukung pengembangan kompetensi berkelanjutan. Selain itu, pemanfaatan sistem digital diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan transparansi.
Kesimpulan
Pengelolaan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan merupakan fondasi penting dalam membangun pendidikan yang bermutu dan berdaya saing. Dengan sistem yang terencana, objektif, dan berorientasi pembinaan, pendidik dan tendik tidak hanya dinilai, tetapi juga diberdayakan untuk tumbuh dan berkembang.
Melalui pengelolaan kinerja yang tepat, sekolah dapat membangun budaya kerja profesional sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.